Berita Daerah
Tidak Hanya Retorika di Podium, Bupati Mesak Resmikan Asrama Mahasiswa yang Ketiga

Tidak Hanya Retorika di Podium, Bupati Mesak Resmikan Asrama Mahasiswa yang Ketiga

Kominfo.nabirekab.go.id - Dalam sebuah seremoni sederhana namun penuh makna, Bupati Nabire, Mesak Magai, kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan meresmikan Asrama Putri Nabire di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Kamis, 28 Juni 2025. Tak banyak bicara, Bupati Mesak lebih memilih langkah nyata ketimbang retorika. Ia bukan tipe pemimpin yang gemar tampil di depan kamera atau membangun pencitraan di podium. Tapi jejak kerja dan kebijakannya berbicara lebih lantang dari kata-kata. Peresmian asrama ini menjadi bukti konsistensi dan keseriusannya dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Nabire. Bukan yang Pertama Asrama Putri di Manokwari ini bukanlah proyek perdana yang digagas Bupati Mesak. Sebelumnya, ia telah menginisiasi dan menyelesaikan dua asrama di Jayapura. Pada Tahun Anggaran 2022, Bupati Mesak mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membangun Asrama Putra Nabire di Kamkey, Jayapura lengkap dengan perabotan dan fasilitas penunjang. Asrama itu diresmikan langsung oleh Bupati pada Selasa, 28 November 2023. Tak berhenti di situ, satu lagi Asrama Putra dibangun di Padang Bulan, Jayapura, dan diresmikan pada Sabtu, 13 Juli 2024. Seluruh fasilitas ini dibangun bukan sebagai formalitas, tapi sebagai kebutuhan riil para mahasiswa Nabire yang tengah menimba ilmu jauh dari kampung halaman. Kini, perhatian sang Bupati beralih ke dua asrama putri yang selama ini luput dari perhatian: Asrama Putri Perumnas 1 Jayapura dan Asrama Putri Manokwari, yang salah satunya diresmikan hari ini. Fasilitas Layak untuk Harapan Besar Asrama-asrama yang dibangun memiliki standar fasilitas yang menjamin kenyamanan dan keberlangsungan proses belajar para mahasiswa. Setiap kamar dilengkapi dua tempat tidur, lemari, meja dan kursi belajar, serta tersedia ruang makan dan aula. Bupati Mesak tidak ingin mahasiswa Nabire hidup dalam kesulitan saat menuntut ilmu. Ia ingin mereka fokus belajar, tumbuh dengan sehat dan aman, dan kembali ke daerah sebagai generasi penerus yang siap membangun tanah kelahiran. Pendidikan, Prioritas Nyata Mesak Magai memahami bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan Papua. Oleh sebab itu, dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima daerah tak hanya dialokasikan untuk pembangunan fisik semata, tapi diarahkan untuk investasi jangka panjang: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan keagamaan. “Bupati Mesak tidak banyak bicara, tapi kerjanya nyata,” ujar salah satu tokoh masyarakat Nabire yang hadir di peresmian. “Di saat banyak pemimpin berlomba membuat janji, beliau memilih untuk bekerja diam-diam dan hasilnya bisa kita lihat sendiri.” Mahasiswa adalah Aset Daerah Dalam sambutannya yang singkat, Bupati Mesak menyampaikan pandangannya bahwa mahasiswa bukan hanya pencari ilmu, tetapi aset daerah yang kelak akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap mereka bukan pilihan, melainkan kewajiban. “Kita membangun asrama bukan untuk menyenangkan mahasiswa hari ini, tapi untuk memastikan daerah ini punya pemimpin yang cakap dan berintegritas di masa depan,” kata Bupati Mesak dalam nada rendah namun penuh keyakinan. Pemimpin yang Tak Butuh Sorotan Bupati Mesak Magai bisa jadi tidak sering muncul di media. Ia tidak mengejar sorotan atau popularitas. Namun di balik kesederhanaan dan ketenangannya, ia telah membuktikan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang membiarkan kerja dan hasilnya yang berbicara. Dengan peresmian Asrama Putri Nabire di Manokwari, Bupati Mesak menegaskan kembali komitmennya: membangun manusia Papua di Nabire dengan sungguh-sungguh, senyap, namun berdampak panjang. ***    
Berita Daerah
Bahaya Narkoba dan Kekerasan Sosial-Budaya, Begini Langkah Bupati Nabire

Bahaya Narkoba dan Kekerasan Sosial-Budaya, Begini Langkah Bupati Nabire

Kominfo.nabirekab.go.id - Kabupaten Nabire, yang kini tengah berkembang  pesat ini, Bupati Mesak Magai, S.Sos., M.Si  melihat ada tantangan lain yang sedang menjadi perhatinnya di saat ini, yaitu masalah ketahanan sosial masyarakat. Bupati Mesak mengatakan, Nabire terus berkembang dan di tengah mobilitas penduduk yang meningkat, kami mengamati ada lonjakan persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, melemahnya nilai-nilai sosial dan budaya lokal, terutama di kawasan perkotaan dan pesisir. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, yang menyebut bahwa ancaman narkoba dan degradasi sosial dapat merusak fondasi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya selain fokus pada bidang layanan dasar dan infrastruktur juga tidak mengabaikan aspek sosial ini. “Nabire sedang bertumbuh, tetapi di saat yang sama kita tidak boleh buta terhadap sesuatu yang tidak kelihatan secara umum tapi sedang muncul di dalam masyarakat seperti narkoba, melemahnya nilai-nilai sosial dan budaya lokal . Narkoba bukan hanya merusak tubuh generasi muda, tetapi juga menghancurkan struktur keluarga dan budaya kita. Ini adalah ancaman yang harus kita lawan bersama-sama,” ujar Bupati Mesak kepada awak media di Nabire, Kamis, (12/6/25). Masalah yang Mengakar di Perkotaan Data dari Dinas Sosial dan instansi terkait menunjukkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba meningkat, terutama di kalangan pemuda usia 15–30 tahun. Wilayah seperti Samabusa, Karang Tumaritis, Kalibobo, Kampung Harapan, Siriwini, dan kompleks Wadio menjadi daerah yang paling rentan, terutama karena kurangnya pengawasan komunitas.  Nilai-nilai sosial dalam komunitas dan kerukunan serta pelestarian dan  aplikasi budaya lokal Papua juga semakin kurang. Selain itu, kekerasan dalam rumah tangga juga menunjukkan tren naik. Strategi Pemerintah Kabupaten Nabire Menghadapi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Nabire menerapkan beberapa strategi intervensi terpadu. Penguatan Peran Keluarga dan Komunitas.  Melalui kerja sama dengan TP PKK, Dinas P3A, dan Dinas Pendidikan, pemerintah mendorong pelatihan parenting, pembinaan keluarga sadar hukum, dan kampanye hidup bersih dan sehat dari rumah ke rumah, serta penghormatan pada budaya dan sikap saling menghormati antar suku. Kemudian, Bupati juga mendorong pembentukan pusat layanan konseling terpadu bagi korban narkoba dan KDRT dengan Dinas terkait bekerjasama dengan Puskesmas dan Gereja. Selain itu, dilakukan juga program “Nabire Bersinar” (Bersih dari Narkoba) digalakkan dengan mengunjungi SMA/SMK, tempat ibadah, dan komunitas kampung, melibatkan tokoh adat dan pemuda. Juga, revitalisasi Peran RT/RW dan Pemuda. Pemerintah menghidupkan kembali forum-forum rukun tetangga untuk memetakan warga rentan, mengaktifkan kegiatan kepemudaan, olahraga, dan seni sebagai sarana pembinaan karakter. “Ini bukan hanya tugas pemerintah. Saya minta semua gereja, masjid, tokoh adat, tokoh perempuan, dan kaum muda untuk menjadi pelopor perubahan. Bahaya narkoba itu nyata. Kita jaga anak-anak kita mulai dari rumah, dari lingkungan terdekat. Kalau kita diam, kita kehilangan Nabire yang kita cintai,” tegas Bupati Mesak Magai. Harapan Akan Nabire yang Kuat secara Sosial Di tengah tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Nabire tetap optimis. Dengan sinergi antarlembaga dan partisipasi aktif masyarakat, strategi yang ditempuh diharapkan mampu menekan laju kerusakan sosial dan membangun kembali ketahanan sosial dari tingkat keluarga hingga masyarakat luas. Ajakan ini bukan sekadar imbauan, tetapi panggilan moral bagi seluruh warga Nabire: bahwa pembangunan sejati dimulai dari manusia yang sehat, keluarga yang kuat, dan lingkungan sosial yang aman dari ancaman narkoba dan kekerasan serta penghormatan atas budaya serta sikap saling menghormati antar budaya dan sesama manusia. ***      
Berita Daerah
Sikapi Kondisi Terkini, Bupati Nabire Tegaskan Dua Hal Penting

Sikapi Kondisi Terkini, Bupati Nabire Tegaskan Dua Hal Penting

Kominfo.nabirekab.go.id - Menyikapi dinamika sosial-politik saat ini serta perkembangan teknologi informasi yang terus bergerak cepat, Pemerintah Kabupaten Nabire kembali menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Komitmen ini disampaikan secara tegas oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dalam sebuah amanat penting yang dibacakan oleh Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari saat Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Nabire, Senin, 1 September 2025. Dalam sambutan yang disampaikan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah, Bupati Mesak menyoroti dua hal utama yang menjadi perhatian serius pemerintah saat ini, yakni disiplin dan kinerja ASN, serta penanggulangan penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan daerah. Disiplin dan Kinerja ASN: TPP Bukan Hak, Tapi Insentif Kinerja Bupati Mesak dengan tegas meminta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire untuk lebih meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang selama ini diberikan oleh pemerintah bukan merupakan hak otomatis yang dapat diterima tanpa syarat, melainkan insentif yang diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan kedisiplinan pegawai. “Saya minta kepada seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja. Kita sudah mengadakan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), salah satunya dalam rangka meningkatkan disiplin dan kinerja ASN di Kabupaten Nabire. Perlu dicatat bahwa TPP itu bukan hak,” tegas Bupati Mesak. Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti kasus-kasus pelanggaran etik dan rendahnya kualitas pelayanan publik yang terjadi di beberapa daerah di luar Papua. Ia menilai bahwa hal tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara negara di Nabire agar tidak lengah dan tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugas. “Berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini di luar Papua berkenaan dengan pelayanan dan etika penyelenggara negara. Oleh karena itu, saya minta sekali lagi: tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan jaga etika. Kita digaji, diberi TPP bukan untuk duduk diam, tetapi untuk melayani masyarakat dengan hati dan ketulusan,” lanjutnya. Waspada Terhadap Informasi Palsu: ASN dan Masyarakat Harus Jadi Benteng Kebenaran Selain menekankan pentingnya disiplin ASN, Bupati Mesak juga menyoroti ancaman serius dari penyebaran hoaks dan informasi palsu, terutama melalui media sosial. Ia menilai, di era digital saat ini, di mana informasi dapat tersebar dengan sangat cepat, masyarakat harus lebih bijak dan kritis dalam menerima serta membagikan informasi. “Saya minta agar seluruh ASN dan masyarakat menjaga stabilitas keamanan daerah dan jangan terpengaruh dengan informasi palsu atau hoaks yang beredar. Jangan asal membagikan informasi di media sosial tanpa memastikan kebenarannya. Harus saring sebelum sharing,” kata Bupati dalam sambutannya. Bupati juga mengingatkan bahwa teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), saat ini memungkinkan manipulasi konten berupa gambar, video, dan teks sehingga terlihat seolah-olah nyata padahal rekayasa. Fenomena ini, menurutnya, sangat berbahaya karena bisa menyesatkan publik, memicu kepanikan, bahkan menimbulkan konflik sosial yang tidak perlu. “Setiap informasi harus dipastikan sumbernya. Banyak sekali foto, video, dan teks sekarang yang bisa dibuat dengan bantuan AI. Sekilas tampak benar, padahal palsu. ASN harus menjadi contoh di tengah masyarakat dalam menyaring informasi. Jangan justru ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya. Penguatan Literasi Digital dan Etika Birokrasi Imbauan Bupati Mesak tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Nabire untuk membangun budaya birokrasi yang beretika dan adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk tantangan yang muncul dari dunia digital. Di akhir sambutannya, Bupati kembali menegaskan bahwa tugas utama ASN adalah melayani, bukan dilayani, serta menjaga marwah pemerintahan melalui kerja keras, disiplin, dan etika yang tinggi. Ia meminta setiap ASN untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dan tidak hanya menjadi pegawai yang hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara moral dan etis dalam menjalankan tugasnya. Respons ASN dan Harapan Ke Depan Apel gabungan yang berlangsung dengan tertib dan khidmat itu diikuti oleh seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon, serta ASN dari berbagai dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire. Para peserta apel menyatakan dukungannya terhadap arahan Bupati dan siap menjalankan tugas dengan lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nabire, dalam keterangannya usai apel, menyambut baik arahan Bupati tersebut dan menyatakan akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat pengawasan kinerja ASN, serta meningkatkan literasi digital melalui pelatihan dan sosialisasi. Menuju Nabire yang Lebih Baik Arahan Bupati Mesak Magai tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bahwa membangun daerah tidak cukup hanya dengan anggaran dan program kerja, tetapi juga membutuhkan integritas, kedisiplinan, dan kewaspadaan terhadap informasi. Dengan penguatan nilai-nilai etika dan kehati-hatian dalam menyikapi arus informasi, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap dapat menciptakan tata kelola yang baik dan masyarakat yang cerdas, tangguh, serta bersatu demi kemajuan Nabire ke depan. “Mari kita jaga Nabire ini bersama. Jaga diri kita, jaga etika kerja kita, dan jaga informasi yang kita sebarkan. Karena masa depan Nabire ada di tangan kita semua,” pungkas Wakil Bupati dalam penutupan apel. ***  
Berita Daerah
Musrenbang RPJMD 2025–2029: Bupati Mesak Magai Tegaskan Visi Pembangunan Nabire Berkelanjutan

Musrenbang RPJMD 2025–2029: Bupati Mesak Magai Tegaskan Visi Pembangunan Nabire Berkelanjutan

Kominfo. nabirekab.go.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2025–2029 di Aula RRI Nabire, Selasa (19/8/2025). Forum strategis ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyatukan visi pembangunan Nabire ke depan. Capaian Pembangunan Periode Pertama Sejak dilantik sebagai Bupati Nabire pada periode 2021–2024, Mesak Magai berhasil menorehkan sejumlah capaian signifikan. Salah satu indikator keberhasilan tersebut tercermin pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai angka 72,28 pada 2024, menempatkan Nabire di urutan kedua setelah Timika di Provinsi Papua Tengah. Peningkatan ini dipicu oleh perbaikan di tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Di bidang kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Nabire meningkat dari 68,73 tahun pada 2023 menjadi 68,83 tahun pada 2024. Perbaikan layanan dasar kesehatan, pengadaan tenaga medis, dan peningkatan fasilitas Puskesmas di distrik-distrik menjadi faktor kunci. Sementara itu, sektor ekonomi yang sempat melambat pada 2021, kembali bangkit dengan pertumbuhan mencapai 3,78 persen pada 2024. Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) juga menunjukkan tren positif, dengan perputaran uang mencapai triliunan rupiah. Meski demikian, tantangan kemiskinan masih menjadi fokus utama. Angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 3 persen, namun angka kemiskinan umum masih relatif tinggi. Hal ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Nabire untuk ditangani pada periode kedua. Musrenbang: Menyusun Peta Jalan Lima Tahun Kepala Bappeda Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., menekankan pentingnya Musrenbang RPJMD sebagai forum partisipatif. “RPJMD bukan sekadar dokumen, tetapi pedoman implementatif pembangunan. Semua elemen harus memberi masukan agar hasilnya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya. Ia juga memaparkan tahapan penyusunan RPJMD yang kini memasuki fase ke-12 dari 17 tahapan. Pendekatan yang digunakan mencakup aspek teknokratis, partisipatif, politis, serta bottom-up dan top-down, sehingga pembangunan Nabire dapat berjalan menyeluruh dan terukur. Komitmen Bupati Mesak Magai: Nabire Maju, Damai, dan Mandiri Dalam sambutannya, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menegaskan visi pembangunan Nabire lima tahun ke depan dengan semboyan “Nabire Maju Damai Mandiri Sejahtera Secara Berkelanjutan.” Ia memprioritaskan dua pilar utama yang dinilai fundamental: keamanan dan kebersihan. “Keamanan adalah kebutuhan dasar yang harus terjaga. Tanpa keamanan, pembangunan di sektor manapun tidak akan berjalan. Begitu juga kebersihan, yang menjadi cerminan wajah Nabire sebagai kota peradaban Papua Tengah,” tegas Mesak. Bupati juga menyoroti pemerataan pendidikan, khususnya keterbatasan tenaga guru di distrik pedalaman seperti Dipa dan Menou. Sebagai solusi, pemerintah akan menata kembali penempatan guru dan membangun asrama kecil di perkotaan untuk menampung anak-anak dari daerah terpencil agar mereka mendapat akses pendidikan yang layak. Zonasi Pembangunan dan Optimalisasi Potensi Lokal Mesak Magai mengarahkan pembangunan Nabire dengan konsep tiga zona utama: pesisir dan kepulauan, perkotaan, serta pegunungan. Setiap zona akan mendapat alokasi anggaran sesuai kebutuhan khas dan potensinya. Zona Pesisir dan Kepulauan: Difokuskan pada pengembangan sektor perikanan, termasuk optimalisasi produksi nelayan Teluk Umar. Pemerintah berkomitmen memastikan hasil tangkapan ikan bisa dipasarkan langsung di Nabire, sehingga uang beredar di masyarakat. Zona Perkotaan: Penataan infrastruktur, kebersihan kota, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan fasilitas publik menjadi prioritas. Zona Pegunungan: Pemberdayaan ekonomi lokal melalui pertanian dan perkebunan rakyat, serta pemerataan tenaga guru dan tenaga kesehatan. Bupati juga menegaskan pengawasan ketat terhadap pengelolaan dana desa serta mewajibkan para kepala desa untuk tinggal di kampung masing-masing agar pelayanan masyarakat tidak terabaikan. Sinergi DPRD dan Pemerintah Ketua DPRD Nabire, Nancy Karolin Worabay, S.Sos., M.Ip., menekankan pentingnya sinergi antara visi Bupati dan aspirasi rakyat. Ia berharap RPJMD kali ini dapat benar-benar menyerap masukan masyarakat sekaligus sejalan dengan program APBD. Fondasi Visi Lima Tahun ke Depan Visi dan misi Bupati Mesak Magai periode kedua mencakup lima bidang utama: Pembangunan SDM berkualitas melalui pendidikan dan kesehatan. Penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Peningkatan infrastruktur dasar dan penunjang. Stabilitas keamanan dan ketertiban. Reformasi birokrasi untuk pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani. Dengan komitmen tersebut, Nabire diharapkan terus melangkah menjadi kabupaten yang maju, damai, mandiri, dan sejahtera, serta menjadi pusat pertumbuhan baru di Papua Tengah. ***  
Berita Daerah
Internet di Nabire Terganggu Akibat Gangguan Kabel Laut, Pemkab Nabire Pastikan Terus Koordinasi dengan Telkom

Internet di Nabire Terganggu Akibat Gangguan Kabel Laut, Pemkab Nabire Pastikan Terus Koordinasi dengan Telkom

Kominfo.nabirekab.go.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nabire merilis siaran pers resmi terkait gangguan jaringan internet yang terjadi di wilayah Nabire sejak 16 Agustus 2025. Gangguan ini berdampak luas, bukan hanya di Nabire, tetapi hampir di seluruh wilayah Papua. Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd., M.I.Kom, menjelaskan bahwa penyebab gangguan berasal dari double shunt fault di dua titik sekaligus, yaitu di Sorong dan Merauke. Kedua titik gangguan berada pada kedalaman antara 50 hingga 500 meter di bawah laut, sehingga memerlukan upaya teknis serius untuk pemulihan. “Gangguan terjadi pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System #2 (SMPCS#2) ruas Sorong–Merauke. Kerusakan ini dipicu faktor non-teknis atau kondisi alam di luar kendali manusia,” terang Yermias. Internet Jadi Kebutuhan Vital Gangguan jaringan ini langsung dirasakan masyarakat luas, baik di perkotaan maupun pedalaman Nabire. Dinas Kominfo mengakui bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan vital, bukan hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk pendidikan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi digital. Sejumlah sekolah dan perkantoran dilaporkan terganggu dalam menjalankan aktivitas berbasis daring. Pelaku UMKM dan perbankan digital juga turut merasakan imbasnya, karena akses transaksi elektronik menjadi terhambat. “Kami memahami betul keresahan masyarakat. Saat ini hampir semua aktivitas warga, mulai dari belajar online, pelayanan kesehatan, sampai urusan ekonomi, sangat bergantung pada internet. Karena itu, kami terus mendorong percepatan pemulihan jaringan,” tegas Yermias. Pemulihan Jadi Kewenangan PT Telkom Sementara itu, proses pemulihan kabel laut merupakan kewenangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Telkom saat ini sedang melakukan langkah percepatan untuk memperbaiki SKKL SMPCS#2. Namun, kondisi geografis serta teknis perbaikan kabel bawah laut membuat proses ini memerlukan waktu. Proses pemulihan kabel laut biasanya melibatkan kapal khusus untuk mengangkat, mengganti, atau menyambung kabel yang rusak. Menurut catatan teknis, kedalaman 50–500 meter termasuk kategori sedang, namun tetap menuntut koordinasi yang kompleks, baik dari sisi cuaca laut, kesiapan armada, maupun ketersediaan material kabel cadangan. Kominfo Nabire Terus Koordinasi Dinas Kominfo Kabupaten Nabire menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Telkom dan pihak terkait lainnya. Setiap perkembangan terbaru terkait progres perbaikan jaringan akan segera disampaikan kepada masyarakat melalui kanal informasi resmi. “Pemkab Nabire melalui Kominfo berkomitmen memastikan masyarakat mendapat informasi yang transparan. Kami juga terus menyampaikan laporan ke pimpinan daerah agar dampak gangguan ini bisa diantisipasi, terutama pada pelayanan publik,” kata Yermias. Ajakan untuk Tetap Tenang Dalam penutup siaran pers, Dinas Kominfo Nabire mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan memahami bahwa gangguan ini bersifat sementara. Pemerintah daerah berharap agar aktivitas pelayanan publik maupun kegiatan sosial-ekonomi tetap berjalan sambil menunggu pemulihan jaringan. Gangguan kabel laut seperti ini bukan pertama kali terjadi di Papua. Sebelumnya, beberapa insiden serupa juga pernah mengganggu layanan internet di wilayah timur Indonesia, mengingat sebagian besar konektivitas data di Papua masih bergantung pada jaringan SKKL SMPCS. Dengan kejadian ini, pemerintah daerah juga melihat perlunya diversifikasi infrastruktur telekomunikasi di Papua, misalnya dengan memperluas pemanfaatan VSAT, microwave link, maupun Starlink di daerah-daerah yang rawan terdampak putusnya kabel laut. ***      
Berita Daerah
Pemkab Nabire Imbau Warga Tidak Buang Sampah ke Sungai, Jaga Kebersihan Ibu Kota Papua Tengah

Pemkab Nabire Imbau Warga Tidak Buang Sampah ke Sungai, Jaga Kebersihan Ibu Kota Papua Tengah

Kominfo.nabirekab.go.id - Pemerintah Kabupaten Nabire terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah ibu kota Provinsi Papua Tengah. Salah satu upaya yang kembali diserukan oleh pemerintah daerah adalah mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya curah hujan di Nabire, yang berpotensi menyebabkan penumpukan sampah dan penyumbatan aliran sungai, sehingga meningkatkan risiko banjir dan pencemaran lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, menegaskan bahwa perilaku membuang sampah ke sungai dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. “Jika masyarakat membuang sampah ke sungai, maka itu bisa berdampak buruk pada lingkungan,” kata Arfan saat ditemui. Ia menambahkan, Pemkab Nabire telah menyediakan sejumlah tempat pembuangan sampah resmi di beberapa titik strategis, agar masyarakat dapat membuang sampah dengan benar dan bertanggung jawab. “Untuk itu kepada masyarakat, buanglah sampah pada tempat-tempat yang sudah kami sediakan di sejumlah titik,” lanjutnya. Lebih jauh, Arfan mengajak seluruh warga Nabire untuk terus menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Mari kita jaga Nabire agar tetap bersih dan bebas dari sampah,” pungkasnya. Imbauan untuk Warga Nabire: Jangan membuang sampah ke sungai atau selokan. Gunakan tempat sampah yang telah disediakan oleh pemerintah. Ikut serta dalam kegiatan bersih lingkungan di lingkungan tempat tinggal. Laporkan jika ada pembuangan sampah ilegal.   Komitmen Pemerintah Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup, serta mendukung status Nabire sebagai ibu kota yang sehat, bersih, dan layak huni bagi semua warga Papua Tengah.***